SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann STT BNKP Sundermann en-US SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan 1979-3588 <p>Authors who publish with Sundermann Journal agree with the following requirements:</p> <ol> <li>The author retains the copyright and provides the Sundermann Journal with the right of the first publication with the paper simultaneously licensed under the <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a> that allows others to freely share and quote this work with the recognition of authorship of the author's work and initial publications in Sundermann Journal.</li> <li>Authors are permitted to distribute versions published in this journal (for example posting to institutional repositories or publishing them in a book), with the recognition of initial publications in Sundermann Journal.</li> </ol> Sola Gratia Melihat dari Status Manusia di Hadapan Allah, Karya Penebusan Kristus, dan Anugerah Yang Mendahului Keselamatan http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/45 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana manusia berdosa bisa diselamatkan berdasarkan anugerah melalui karya penebusan Kristus. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan analisis teks dan kajian pustaka. Artikel ini mendeskripsikan bagaimana dosa telah mencemari seluruh aspek kehidupan manusia sehingga tidak memiliki kebaikan yang dapat menyelamatkan dirinya. Kebebasan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia sekarang telah terbelenggu oleh dosa sehingga manusia tidak mempunyai kemampuan untuk memilih dan menentukan keselamatannya. Berdasarkan hasil penelitian ternyata manusia diselamatkan oleh rahmat dan anugerah Allah yang menyediakan jalan ke luar dari masalah dosa manusia melalui cara yang paling memuaskan tuntutan keadilan, kebenaran, dan kesucian Allah melalui dan di dalam karya penebusan Kristus. Karya penebusan Kristus merupakan sebuah anugerah kepada manusia berdosa berdasarkan rahmat dan kasih karunia yang melimpah. Manusia berdosa sebelum diselamatkan sudah terlebih dahulu menerima anugerah Allah dalam berbagai bentuk dan cara sampai akhirnya dia diselamatkan. Sola gratia menyatakan tiadanya andil kebaikan dan usaha yang disumbangkan oleh manusia yang mengakibatkan dia diselamatkan.</p> Josapat Bangun Juliman Harefa Copyright (c) 13 2 Sejarah Dan Dinamika Sila Pertama Pancasila Dari Era Orde Lama Sampai Era Reformsi (SBY) http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/43 <p>Tulisan ini hendak menelusuri sejarah perdebatan yang cukup tajam atas bunyi dari sila pertama pancasila di antara kalangan nasionalis dan islam politik. Persoalan ini nyata belum juga tuntas untuk diselesaikan sebagian masyarkat indonesia tampaknya belum dapat berdamai dengan bunyi dari sila pertama tersebut. Upaya tersebut masih terus diperjuangkan baik melalui jalur politik ataupun melalui lahirnya organisasi masyarakat/ormas yang berbasis agama. Usaha tersebut sebenarnya secara garis besar hendak menampilkan wajah superioritas dalam beragama di indonesia yang pada akhirnya mengubah cara beragama indonesia dari yang menjadi intoleran terhadap keberagaman. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat indonesia seperti sudah mulai mengabaikan makna dari pancasila sila pertama. Tujuan dari artikel ini ialah menelusuri sejarah perjalanan pancasila sila pertama dari orde lama sampai reformasi (SBY) apakah cara beragama di Indonesia memperlihatkan jiwa dari sila pertama pancasila ataukah malah sebaliknya? Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini ialah metode kualitatif yang menitikberatkan pada liteatur mengenai pancasila sila pertama. Kesimpulan dari artikel ini ialah pancasila sila pertama mengalami degradasi sampai masa berakhirnya pemerintahan SBY. Untuk mengatasi masalah ketidakrukunan umat beragama di Indonesia, masyarakat Indonesia perlu menghidupi nilai dari Pancasila sila pertama.</p> Arthur Aritonang Copyright (c) 13 2 PERANAN GURU SD DALAM ETIKA KRISTEN DEMI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/42 <p>Kehidupan Masyarakat Indonesia kini tengah menghadapi krisis karakter yang melanda para generasi mudanya. Oleh sebab itu diperlukan pendidikan karakter yang tepat untuk dapat mengatasi hal tersebut. Sebagai orang Kristen, Alkitab merupakan dasar dari Pendidikan karakter. Karakter ditunjukkan seseorang melalui perilaku maupun tindakannya sehari-hari. Karakter yang baik haruslah sesuai dengan etika, nilai, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pemahaman tentang etika Kristen sangat membantu orang percaya untuk dapat berperilaku dan menunjukkan keKristenannya. Bagi mahasiswa Sumba yang mayoritas beragama Kristen dan kini menempuh pendidikan di kota Malang juga mengalami permasalah karakter ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan guru dalam etika Kristen (pendidikan seks) terhadap karakter peserta didik. Dalam tulisan ini peneliti menggunakan metode kuantitatif dan menemukan hasil bahwa pengaruh etika Kristen terhadap karakter Kristen Mahasiswa Sumba di Malang 19,5%. Adanya hubungan antara pembelajaran etika Kristen dengan karakter Kristen yang signifikan dan dari nilai korelasi yang positif maka dapat dikatakan, semakin tinggi dalam memberikan pelajaran etika Kristen dengan metode pembelajaran diskusi, semakin tinggi pula karakter Kristen mahasiswa Sumba di Malang Oleh sebab itu peneliti berpendapat bahwa Pendidikan ajaran etika Kristen sangat perlu diperhatikan dalam organisasi yang telah terbentuk, mengingat organisasi tersebut mayoritas beragama Kristen. Salah satu metode yang bisa dipakai dalam pembelajaran ini adalah metode diskusi.</p> uniek finka Copyright (c) 13 2 Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK Negeri 3 Gunungsitoli pada Masa Pandemi Covid-19 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/41 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada Masa Pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian terdiri dari guru PAK, siswa di SMK Negeri 3 Gunungsitoli dan orang tua siswa. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi serta dianalisis dengan menggunakan teknik analisis domain. Melalui penelitian, penulis berhasil memperoleh gambaran tentang&nbsp;</p> Enima Laoli Amurisi Ndraha Copyright (c) 13 2 Menang Tanpa Konfrontatif dalam Konteks Masyarakat Nias http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/44 <p>Setiap makhluk pada hakekatnya berjuang untuk hidup dan mempertahankan kehidupan, serta berusaha memperoleh “kebahagiaan” baik yang sifatnya material maupun non-material. “Kemenangan memperoleh <em>kebahagiaan</em>” merupakan tujuan perjuangan umat manusia, walaupun konsep dari kebahagiaan dan cara mendapatkannya berbeda-beda pada setiap kelompok atau suku-bangsa, termasuk suku Nias.</p> <p>Nias adalah satu suku yang telah mendiami kepulauan Nias ribuan tahun yang silam. Mereka memiliki kebudayaan sendiri yang tergolong “kebudayaan tua” yang hanya sedikit dipengaruhi oleh kebudayaan dari luar. Mereka dikenal hingga sekarang dengan sebutan <em>Ono Niha, </em>tanah hunian mereka disebut <em>Tanö Niha</em>, serta bahasanya disebut <em>Li Niha.</em> Mereka pada mulanya menghuni Pulau Nias dan pulau-pulau Batu (berada di sebelah selatan Pulau Nias), di mana daerah-daerah tersebut masuk dalam satu lingkaran hukum adat. Berdasarkan pertimbangan antropologi budaya itulah pemerintahan Belanda, pada tahun 1928, menjadikan Pulau Nias dan pulau-pulau Batu 1 afdeeling. <em>Ono Niha </em>memahami bahwa leluhur merekalah yang pertama datang di pulau Nias, sehingga menganggap diri sebagai <em>sotanö</em> (pemilik tanah) atau yang<em> sowanua </em>(penghuni kampung), sedangkan yang datang kemudian disebut <em>si fatewu </em>(pendatang atau penumpang yang belum terikat dengan hukum adat). Istilah Nias merupakan sebutan dari pihak luar (Melayu, Aceh, dan Eropa) yang telah menjadi sebutan umum untuk <em>Ono Niha.</em></p> Nurcahaya Gea Copyright (c) 13 2 Dari Dogmatika menuju ke Studi Agama dan Masyarakat http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/39 <p>Paper ini akan mengulas mengenai latarbelakang keahlian Andreas A. Yewangoe dalam bidang dogmatika namun berjalannya waktu Yewangoe lebih menujukan keahliannya dalam studi agama dan masyarakat. Umumnya ruang lingkup bahasan studi dogmatika hanya membahas mengenai doktrin dan gereja, namun hal ini berbeda dengan Andreas A. Yewangoe sebagai seorang dogmatikus yang justru dalam banyak karya tulis maupun kiprahnya dalam gerakan oikoumene lebih banyak bersentuhan dengan ruang lingkup agama dan masyarakat. Oleh karena itu untuk menemukan jawabnnya, pendekatan metodologi dalam tulisan paper ini ialah kulitatif yang berdasarkan literatur buku dan wawancara dengan Andreas A. Yewangoe beserta Barnabas Ludji sebagai mantan mahasiswa Yewangoe. Sehingga paper ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesimpulan dari paper ini ialah bahwa studi dogmatika ketika Yewangoe di Belanda memiliki cakupan yang luas pembahasannya termasuk bidang sosiologi agama selain itu dipengaruhi oleh latarbelakang sosial, politik ekonomi Yewangoe ketika berada di Sumba Nusa Tenggara Barat dan juga kiprah Yewangoe dalam gerakan oikoumene dan juga dipemerintahan di Indonesia.</p> arthur aritonang Copyright (c) 13 2 Persepsi Orangtua Siswa Sekolah Dasar Terhadap Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Gunungsitoli http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/38 <p>Penelitian ini dikembangkan untuk menyelidiki persepsi orang tua terhadap pembelajaran jarak jauh, sebagai respon atas penutupan banyak sekolah akibat pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode desktiptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua siswa sekolah dasar, dan data dijaring dengan menggunakan teknik wawancara. Studi ini menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh dalam konteks penelitian diselenggarakan dalam bentuk pembelajaran daring dang luring. Bagi orang tua, pendekatan pembelajaran yang sedang berlangsung saat ini adalah sesuatu yang harus dijalani dan didukung karena ketiadaan pilihan lain. Meslipun orangtua tidak memiliki persepsi negativf, namun pembelajaran jarak jauh telah berkontribusi terhadap bertambahnya beban orangtua atau keluarga secara ekonomi, psikologi dan sosial. Minimnya keterlibatan dan dukungan orang tua dalam proses belajar anak di rumah secara umum disebabkan oleh ketiadaan waktu dan ketidakmampuan orang tua menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Tindakan mendampingi dan mendukung proses belajar anak di rumah dilakukan dalam bentuk penyediaan paket internet, membantu anak menguasai materi, dan ikut serta menyelesaikan tugas atau test yang diberikan oleh guru. Temuan yang mengejutkan dari penelitian ini adalah menurunnya motivasi belajar anak, serta orang tua berharap agar pembelajaran jarak jauh tidak diperpanjang pada sisa tahun pelajaran, sehingga anak-anak boleh belajar kembali di intitusi pendidikan.</p> Delipiter Lase Gustav Gabriel Harefa Copyright (c) 13 2 Problematika Pelaksanaan Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Masa Pandemi COVID 19 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/37 <p>Situasi pandemik covid 19 menyebabkan peserta didik belum sepenuhnya menerima pemenuhan hak dalam memperoleh pelajaran pendidikan agama. Penelitian ini secara khusus membahas tentang situasi yang dihadapi peserta didik dalam memperoleh pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Satuan Pendidikan Kerjasama. Dimana pelajaran PAK merupakan pelajaran wajib kurikulum nasional yang harus diberikan kepada peserta didik WNI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggali kejadian atau fakta yang terjadi di lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah observasi pengamatan langsung di lapangan dimana peneliti turut menjadi obyek partisipan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan pelaksanaan pelajaran PAK dan problematika yang terjadi dalam proses pembelajarannya. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya masalah dalam proses pembelajaran. Dari total kelas yang berjumlah dua belas kelas hanya dibagi menjadi dua kelas pertemuan yaitu yaitu kelas 1 sampai 5 dengan range usia 6-11 tahun dan kelas 6 sampai 12 dengan range usia 12-18 tahun. Hal ini menyebabkan tujuan pembelajaran tidak sepenuhnya tercapai. Selain itu dalam situasi covid 19, pelajaran PAK di non-aktifkan.</p> Karnawati Copyright (c) 1970 Karnawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 13 2 Membangun Komunitas Kristen Kang Mardika http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/35 <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana seorang <em>zending</em> (pengkabar Injil) dari kalangan pribumi membentuk komunitas <em>Kristen Kang Mardika </em>atau kelompok Kristen yang merdeka. Kyai Sadrcah merupakan seorang pengkabar Injil pribumi yang berhasil membaptis sekitar 20.000 jemaat selama dalam kurun 1869-1923. Aktifitas Kekristenan Kyai Sadrcah difokuskan pada kelompok masyarakat pedesaan di Jawa. Sadrach kemudian mendirikan padepokan di Karangjoso (terletak di sebelah selatan Kutoarjo, Purworejo) yang mana pada masa Kolonial Belanda merupakan bagian dari wilayah Bagalen. Dalam dogma yang diajarkan oleh Kyai Sadrach menggunakan beberapa pendekatan di antaranya unsur Islam, Hindu-Budha, dan Jawa. Unsur Islam sangat kuat pengaruhnya mengingat Sadrach memiliki latar belakang dan pemahaman dasar tentang Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dan metode analisis isi, dan bertujuan untuk menjelaskan kondisi awal Kekristenan di Jawa, proses kristenisasi yang dilakukan oleh Sadrach, serta gaya kepemimpinan Sadrach dalam memimpin ribuan umat yang dibinanya.</p> Samudra Cipta Copyright (c) 2020 Samudra Cipta https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2020-08-11 2020-08-11 13 2 10.36588/sundermann.v13i2.35 Etos Kerja Pendeta BNKP http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/34 <p>Artikel ini merupakan artikel hasil penelitian tentang etos kerja Pendeta di gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) tahun 2017. Topik ini diteliti, mengingat BNKP sebagai organisasi gereja memiliki program umum pelayanan BNKP yang pelaksanaannya dijabarkan melalui pelayanan di aras sinodal, resort dan jemaat. Berhasilnya pelaksanaan program pelayanan umum dimaksud, sangat tergantung pada kualitas etos kerja para pelayan (Pendeta) di setiap aras. Dengan pendekatan penelitian kualitatif-desktiptif, ditemukan bahwa dari 60 orang Pendeta BNKP sebagai partisipan, memiliki kualitas etos kerja yang berbeda-beda. Sebanyak 39,26% memiliki etos kerja dengan kategori tinggi, 33,33% kategori sedang serta 27,41% kategori rendah. Data ini juga ekuivalen dengan setiap 10 (sepuluh) orang pendeta, terdapat 4 (empat) orang memiliki etos kerja dengan kategori tinggi, 3 (tiga) orang sedang dan 3 (tiga) orang rendah. Penelitian ini juga berhasil merumuskan faktor-faktor yang memengaruhi etos kerja dalam konteks pelayanan BNKP, di antaranya adalah adanya krisis panggilan dan kekaburan tanggung jawab, spiritualitas dan integritas pendeta, kepemimpinan serta perbedaan latar belakang pendidikan teologi.</p> Otoriteit Dachi Delipiter Lase Copyright (c) 2020 Otoriteit Dachi, Delipiter Lase 2020-05-06 2020-05-06 13 2 48 64 10.36588/sundermann.v13i1.34