SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann en-US <p>Authors who publish with Sundermann Journal agree with the following requirements:</p> <ol> <li>The author retains the copyright and provides the Sundermann Journal with the right of the first publication with the paper simultaneously licensed under the <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a> that allows others to freely share and quote this work with the recognition of authorship of the author's work and initial publications in Sundermann Journal.</li> <li>Authors are permitted to distribute versions published in this journal (for example posting to institutional repositories or publishing them in a book), with the recognition of initial publications in Sundermann Journal.</li> </ol> jurnal@sttsundermann.ac.id (Delipiter Lase) charles.harefa201@gmail.com (Charles Adelfrid Harefa) Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 +0700 OJS 3.2.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 The Prophet's Relationship With God http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/48 <p>This paper examines the relationship between the Prophet and Allah. In the Old Testament the existence of the Prophet was very significant for the nation of Israel. A person who is called to be a prophet by God is born from a social, political, cultural and religious situation that is experiencing decline. A Prophet certainly has a close relationship with God, therefore there is a responsibility that must be fulfilled by a Prophet as an intermediary in conveying divine messages to the Israelites. The purpose of this research is that each of us has a holistic theological understanding of the description of the Prophet's relationship with Allah. The method used in this research is the literature method. The conclusion of this paper is that the Prophet was a partner of God, he was assigned with the aim that the Israelites would always remind the history of their ancestors, not follow false gods and also obey the law as a gift from God. .</p> Arthur Aritonang Copyright (c) http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/48 Dari Dogmatika Menuju ke studi Agama dan Masyarakat http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/47 <p>Paper ini akan menelusuri mengenai latarbelakang keahlian Andreas A. Yewangoe dalam bidang dogmatika. Dalam berjalannya waktu Yewangoe lebih menujukan keahliannya dalam studi agama dan masyarakat. Umumnya ruang lingkup bahasan studi dogmatika hanya membahas mengenai doktrin dan gereja, namun hal ini berbeda dengan Andreas A. Yewangoe sebagai seorang dogmatikus justru dalam banyak karya tulis lebih banyak menulis seputar studi agama dan masyarakat. Meskipun ada juga karya tulis Yewangoe yang membahas mengenai studi dogmatika namun tidak sebanyak dengan studi agama dan masyarakt. Oleh karena itu untuk menelusurinya penulis akan menggunakan pendekatan metodologi dalam kepustakaan dan juga dengan melakukan wawancara dengan sumber yang akan diteliti pemikirannya yakni Andreas A. Yewangoe beserta Barnabas Ludji sebagai mantan mahasiswa Yewangoe. Sehingga paper ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Temuan dari penelitan ini ialah bahwa studi dogmatika ketika Yewangoe di Belanda memiliki cakupan yang luas pembahasannya termasuk bidang agama dan masyarakat. Disamping itu juga dipengaruhi oleh latarbelakang sosial, politik ekonomi Yewangoe ketika berada di Sumba Nusa Tenggara Barat dan juga kiprah Yewangoe dalam gerakan oikoumene maupun dipemerintahan di Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Arthur Aritonang Copyright (c) http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/47 Persepsi Orangtua Siswa Sekolah Dasar di Kota Gunungsitoli Terhadap Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/46 <p>Penelitian ini dikembangkan untuk menyelidiki persepsi dan sikap orang tua terhadap pembelajaran jarak jauh, sebagai respon atas penutupan banyak sekolah akibat pandemic Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua siswa sekolah dasar di Kota Gunungsitoli yang ditetapkan dengan teknik purposive sampling, berjumlah dua puluh empat orang. Data dijaring dengan menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik analisis tematik. Studi ini menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah dalam konteks penelitian diselenggarakan dalam bentuk pembelajaran daring dan luring. Bagi orang tua, pendekatan pembelajaran yang diberlakukan pada masa darurat pandemi Covid-19 adalah sesuatu yang harus dijalani dan didukung karena ketiadaan pilihan lain. Meskipun orangtua tidak memiliki persepsi negatif, namun pembelajaran jarak jauh telah berkontribusi terhadap bertambahnya beban orangtua atau keluarga secara ekonomi, psikologi dan sosial. Minimnya keterlibatan dan dukungan orang tua dalam proses belajar anak di rumah secara umum disebabkan oleh ketiadaan waktu dan ketidakmampuan orang tua menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Tindakan mendampingi dan mendukung proses belajar anak di rumah dilakukan dalam bentuk penyediaan paket internet, membantu anak menguasai materi, dan ikut serta menyelesaikan tugas atau tes yang diberikan oleh guru. Temuan yang mengejutkan dari penelitian ini adalah menurunnya motivasi belajar dan kemampuan kognitif anak. Oang tua berharap agar pembelajaran jarak jauh tidak diperpanjang pada sisa tahun pelajaran 2020/2021, sehingga anak-anak boleh belajar kembali di institusi pendidikan.</p> Delipiter Lase, Amurisi Ndraha, Gustav Gabriel Harefa Copyright (c) 2020 Delipiter Lase, Amurisi Ndraha, Gustav Gabriel Harefa https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/46 Sat, 12 Dec 2020 00:00:00 +0700 Sola Gratia Melihat dari Status Manusia di Hadapan Allah, Karya Penebusan Kristus, dan Anugerah yang Mendahului Keselamatan http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/45 <p>Hingga saat ini, masih ada pandangan sekelompok orang Kristen yang menganggap bahwa manusia diselamatkan tidak hanya oleh karena anugerah Tuhan semata. Alasan menolak keselamatan sepenuhnya adalah anugerah disebabkan karena mereka percaya bahwa manusia memiliki kemampuan dan kebebasan untuk menentukan sendiri apakah menerima atau menolak keselamatan yang ditawarkan Tuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana manusia berdosa bisa diselamatkan berdasarkan anugerah melalui karya penebusan Kristus. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan analisis teks dan kajian pustaka. Artikel ini mendeskripsikan bagaimana dosa telah mencemari seluruh aspek kehidupan manusia sehingga tidak memiliki kebaikan yang dapat menyelamatkan dirinya. Kebebasan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia sekarang telah terbelenggu oleh dosa sehingga manusia tidak mempunyai kemampuan untuk memilih dan menentukan keselamatannya. Berdasarkan hasil analisis teks dan kajian pustaka, ternyata manusia diselamatkan oleh rahmat serta anugerah Allah yang menyediakan jalan keluar dari masalah dosa dengan cara yang paling memuaskan tuntutan keadilan, kebenaran, dan kesucian Allah melalui dan di dalam karya penebusan Kristus. Karya penebusan Kristus merupakan sebuah anugerah kepada manusia berdosa berdasarkan rahmat dan kasih karunia yang melimpah. Manusia berdosa sebelum diselamatkan sudah terlebih dahulu menerima anugerah Allah dalam berbagai bentuk dan cara sampai akhirnya dia diselamatkan. Sola gratia menyatakan tiadanya andil kebaikan dan usaha yang disumbangkan oleh manusia yang mengakibatkan dia diselamatkan.</p> Josapat Bangun, Juliman Harefa Copyright (c) 2020 Josapat Bangun, Juliman Harefa https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/45 Thu, 31 Dec 2020 00:00:00 +0700 Sila Pertama Pancasila http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/43 <p>Paper ini hendak menelusuri sejarah perdebatan yang cukup tajam atas bunyi sila pertama Pancasila di antara kalangan nasionalis dan Islam politik. Persoalan ini tampaknya belum juga tuntas untuk diselesaikan; sebagian masyarakat indonesia belum dapat berdamai dengan bunyi dari sila pertama tersebut. Upaya ini masih terus diperjuangkan baik melalui jalur politik ataupun melalui lahirnya organisasi masyarakat yang berbasis agama. Usaha tersebut sebenarnya secara garis besar hendak menampilkan wajah superioritas dalam beragama di Indonesia yang pada akhirnya mengubah cara beragama di Indonesia dari sebelumnya sangat toleran menjadi intoleran terhadap keberagaman. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagai kelompok yang selalu mengatasnamakan agama sudah mulai mengabaikan makna sila pertama Pancasila. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk menekankan gambaran umum bagaimana relasi antar agama pada masa pemerintahan Presiden S. B. Yudhoyono (2004-2014); apakah cara beragama di Indonesia dimasa pemerintahan Presiden S.B. Yudhoyono memperlihatkan nilai dari sila pertama pancasila ataukah malah sebaliknya? Melalui kajian literatur, penulis menyimpulkan bahwa penerapan nilai sila pertama Pancasila mengalami degradasi sejak 2004 sampai masa berakhirnya pemerintahan Presiden S. B. Yudhoyono pada 2014. Untuk mengatasi masalah ketidakrukunan umat beragama di Indonesia, masyarakat Indonesia perlu menghidupi nilai dari sila pertama Pancasila.</p> Arthur Aritonang Copyright (c) 2020 Arthur Aritonang https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/43 Tue, 01 Dec 2020 00:00:00 +0700 PERANAN GURU SD DALAM ETIKA KRISTEN DEMI PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/42 <p>Kehidupan Masyarakat Indonesia kini tengah menghadapi krisis karakter yang melanda para generasi mudanya. Oleh sebab itu diperlukan pendidikan karakter yang tepat untuk dapat mengatasi hal tersebut. Sebagai orang Kristen, Alkitab merupakan dasar dari Pendidikan karakter. Karakter ditunjukkan seseorang melalui perilaku maupun tindakannya sehari-hari. Karakter yang baik haruslah sesuai dengan etika, nilai, dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pemahaman tentang etika Kristen sangat membantu orang percaya untuk dapat berperilaku dan menunjukkan keKristenannya. Bagi mahasiswa Sumba yang mayoritas beragama Kristen dan kini menempuh pendidikan di kota Malang juga mengalami permasalah karakter ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan guru dalam etika Kristen (pendidikan seks) terhadap karakter peserta didik. Dalam tulisan ini peneliti menggunakan metode kuantitatif dan menemukan hasil bahwa pengaruh etika Kristen terhadap karakter Kristen Mahasiswa Sumba di Malang 19,5%. Adanya hubungan antara pembelajaran etika Kristen dengan karakter Kristen yang signifikan dan dari nilai korelasi yang positif maka dapat dikatakan, semakin tinggi dalam memberikan pelajaran etika Kristen dengan metode pembelajaran diskusi, semakin tinggi pula karakter Kristen mahasiswa Sumba di Malang Oleh sebab itu peneliti berpendapat bahwa Pendidikan ajaran etika Kristen sangat perlu diperhatikan dalam organisasi yang telah terbentuk, mengingat organisasi tersebut mayoritas beragama Kristen. Salah satu metode yang bisa dipakai dalam pembelajaran ini adalah metode diskusi.</p> uniek finka Copyright (c) http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/42 Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMK Negeri 3 Gunungsitoli pada Masa Pandemi Covid-19 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/41 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada Masa Pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian terdiri dari guru PAK, siswa di SMK Negeri 3 Gunungsitoli dan orang tua siswa. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi serta dianalisis dengan menggunakan teknik analisis domain. Melalui penelitian, penulis berhasil memperoleh gambaran tentang&nbsp;</p> Enima Laoli, Amurisi Ndraha Copyright (c) http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/41 Menang Tanpa Konfrontatif http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/44 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana masyarakat Nias memahami konsep kemenangan; apakah konsep tersebut masih hidup di tengah kehidupan masyarakat Nias; serta bagaimana masyarakat merespon berbagai tantangan, baik masalah kemiskinan maupun bencana yang ada di sekelilingnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bauran metode penelitian sejarah dan fenomenologi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis tematik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan bagi masyarakat Nias (Ono Niha) adalah memperoleh <em>lakhömi</em> sebagai refleksi dari pola hidup di Teteholi Ana'a, mencakup <em>fetaro</em> atau <em>bosi </em>(strata), <em>fokhö</em> atau <em>fo'ana'a </em>(harta), <em>fo'onekhe</em> (pendidikan) dan <em>fa'abölö </em>(kekuatan), serta <em>fonga'ötö </em>(keturunan). Karena itu seluruh aktivitas hidup diarahkan untuk memperoleh lakhömi itu. Tradisi ini tidak pernah musnah, terus tampak dalam kehidupan kesehariannya, walaupun dalam cara dan bentuk yang berbeda. Terungkap juga bahwa Ono Niha selalu berusaha mencari alternatif tanpa konfrontatif dalam menghadapi permasalahan, demi mencapai kemenangan. Sikap hidup solutif yang ditampilkan adalah dengan cara mundur atau berpisah sebagai jalan alternatif tanpa konfrontatif. Masyarakat Nias secara khusus pada konteks penelitian memahami sumber penderitaan sebagai amarah Tuhan karena tidak mematuhi perintah-Nya. Pandangan dan sikap tersebut terlihat tidaklah solutif terhadap persoalan yang ada. Menyalahkan Tuhan, roh-roh jahat dan lainnya sebagai sumber penderitaan adalah pandangan tradisional yang masih dilingkupi oleh pemahaman kosmologi dunia atas dan dunia bawah, dimana dewa-dewi mau mempersulit manusia.</p> Nurcahaya Gea Copyright (c) 2020 Nurcahaya Gea https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/44 Mon, 28 Dec 2020 00:00:00 +0700 Dari Dogmatika menuju ke Studi Agama dan Masyarakat http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/39 <p>Paper ini akan mengulas mengenai latarbelakang keahlian Andreas A. Yewangoe dalam bidang dogmatika namun berjalannya waktu Yewangoe lebih menujukan keahliannya dalam studi agama dan masyarakat. Umumnya ruang lingkup bahasan studi dogmatika hanya membahas mengenai doktrin dan gereja, namun hal ini berbeda dengan Andreas A. Yewangoe sebagai seorang dogmatikus yang justru dalam banyak karya tulis maupun kiprahnya dalam gerakan oikoumene lebih banyak bersentuhan dengan ruang lingkup agama dan masyarakat. Oleh karena itu untuk menemukan jawabnnya, pendekatan metodologi dalam tulisan paper ini ialah kulitatif yang berdasarkan literatur buku dan wawancara dengan Andreas A. Yewangoe beserta Barnabas Ludji sebagai mantan mahasiswa Yewangoe. Sehingga paper ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesimpulan dari paper ini ialah bahwa studi dogmatika ketika Yewangoe di Belanda memiliki cakupan yang luas pembahasannya termasuk bidang sosiologi agama selain itu dipengaruhi oleh latarbelakang sosial, politik ekonomi Yewangoe ketika berada di Sumba Nusa Tenggara Barat dan juga kiprah Yewangoe dalam gerakan oikoumene dan juga dipemerintahan di Indonesia.</p> arthur aritonang Copyright (c) http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/39 Problematika Pelaksanaan Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Pada Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Masa Pandemi COVID 19 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/37 <p>Situasi pandemik covid 19 menyebabkan peserta didik belum sepenuhnya menerima pemenuhan hak dalam memperoleh pelajaran pendidikan agama. Penelitian ini secara khusus membahas tentang situasi yang dihadapi peserta didik dalam memperoleh pelajaran Pendidikan Agama Kristen di Satuan Pendidikan Kerjasama. Dimana pelajaran PAK merupakan pelajaran wajib kurikulum nasional yang harus diberikan kepada peserta didik WNI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggali kejadian atau fakta yang terjadi di lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah observasi pengamatan langsung di lapangan dimana peneliti turut menjadi obyek partisipan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan pelaksanaan pelajaran PAK dan problematika yang terjadi dalam proses pembelajarannya. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya masalah dalam proses pembelajaran. Dari total kelas yang berjumlah dua belas kelas hanya dibagi menjadi dua kelas pertemuan yaitu yaitu kelas 1 sampai 5 dengan range usia 6-11 tahun dan kelas 6 sampai 12 dengan range usia 12-18 tahun. Hal ini menyebabkan tujuan pembelajaran tidak sepenuhnya tercapai. Selain itu dalam situasi covid 19, pelajaran PAK di non-aktifkan.</p> Karnawati Copyright (c) 1970 Karnawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 http://jurnal.sttsundermann.ac.id/index.php/sundermann/article/view/37