Memahami Eklesiologi sebagai Dasar Pengorganisasian Penatalayanan Gereja
DOI:
https://doi.org/10.36588/sundermann.v18i2.199Keywords:
gereja, misi kristus, koinonia, diakonia, marutiaAbstract
Gereja dalam perkembangannya telah mengalami begitu banyak perubahan terutama mengenai pengorganisasian penatalayanan gereja. Terlebih dalam pemahaman eklesiologi sebagai dasarnya, karena ini merupakan kajian teologis tentang gereja yang mencakup hakikat fungsi, serta struktur kepemimpinan dan organisasi. Pemahaman ini menjadi dasar penting dalam membangun pengorganisasian penatalayanan gereja, sebab gereja tidak hanya Lembaga keagamaan, tetapi sebagai tubuh Kristus yang hadir di tengah dunia. Penatalayanan dalam gereja bertujuan mengatur pelayanan secara terstruktur sehingga sumber daya rohani, material dan manusia dapat dikelola dengan efektif demi mencapai misi Kristus. Tulisan ini menekankan bahwa eklesiologi yang sehat harus bersifat kontekstual, yaitu berakar pada Alkitab sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika budaya, sosial dan sejarah jemaat. Fungsi utama gereja diwujudkan dalam tiga aspek, yaitu koinonia (persekutuan), marturia (kesaksian) dan diakonina (pelayanan). Dalam praktiknya, kepemimpinan gereja dipahami sebagai panggilan rohani dimana Kristus adalah Kepala Gereja, namun gereja tetap memerlukan pemimpin yang mampu mengatur dan membimbing jemaat. Dalam tulisan ini diuraikan juga ada empat system kepemimpinan gereja, yaitu kongregasional, episkopal, sinodal dan presbiterial, masing-masing dengan karakteristik dan tantangan tersendiri. Dengan demikian, eklesiologi berfungsi bukan hanya sebagai doktrin, tetapi juga sebagai dasar praktis dalam pengorganisasian gereja agar tetap relevan, bertumbuh dan setia pada panggilannya di tengan perubahan zaman.
Kata kunci: gereja, misi kristus, koinonia, diakonia, marturia
Downloads
References
Abineno, J. L. Ch. Garis-garis besar hukum gereja. Cet. 2. BPK Gunung Mulia, 1995.
Abineno, J. L. Ch. YOHANES CALVIN: Pembangunan Jemaat, Tata Gereja Dan Jabatan Gerejawi. BPK Gunung Mulia, 1997.
Anwari, M. S. Peranan PENATALAYANAN Dalam PENGAMBANGAN JEMAAT. Penerbit Gandum Mas, 1984.
Banawiratma, J. B., ed. Gereja Indonesia, quo vadis?? hidup menggereja kontekstual. Cet. 1. Pustaka teologi. Penerbit Kanisius, 2000.
Dulles, S.J., Avery. Models of the Church. Garden CIty, N. Y., 1978.
Gultom, Rogate Artaida Tiarasi, Albiner Siagian, Simion Diparuma Harianja, Ibelala Gea, Maria Widiastuti, and Liyus Waruwu. “Analisis Kepemimpinan Dalam Gereja: Studi Perbandingan Kepemimpinan Gereja Protestan Dan Gereja Pentakostal.” DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 7, no. 2 (2023): 955–63. https://doi.org/10.30648/dun.v7i2.1095.
Harefa, Jul Imantris, and Yunelis Ndraha. “Membangun Jemaat Yang Kontekstual Menurut Teori Pembangunan Jemaat Jan Hendriks.” SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora Dan Kebudayaan 14, no. 1 (2021): 39–47. https://doi.org/10.36588/sundermann.v14i1.62.
Hendriks, Jan, and F. Heselaars Hartono. Jemaat vital dan menarik: membangun jemaat dengan menggunakan metode lima faktor. Cet. 5. Penerbit Kanisius, 2002.
Imeldawati, Tiur, Rencan Charisma Marbun, and Warseto Freddy Sihombing. “Ekklesiologi Martin Luther Sebagai Dasar Tata Gereja Aliran Lutheran Di Indonesia.” Jurnal Teologi Cultivation 6, no. 2 (2022): 18–31. https://doi.org/10.46965/jtc.v6i2.1667.
Ismail, Andar. AWAM DAN PENDETA:Mitra Membina Gereja. BPK Gunung Mulia, 2005.
Lumbantobing, Darwin. HKBP Do HKBP, HKBP Is HKBP: Penggalian Teologis Dalam Sejarah, Tradisi, Dan Dogma HKBP. Cetakan ke-2 (revisi). BPK Gunung Mulia, 2017.
Nampar, Hilario Didakus Nenga. “Menuju Gereja Yang Sinodal: Memahami Gagasan Sinodalitas Sebagai Cara Hidup Dan Cara Bergerak Gereja Di Millenium Ketiga.” Jurnal Ledalero 21, no. 2 (2022): 176. https://doi.org/10.31385/jl.v21i2.294.176-190.
Reynaldi, Christian. “Kitab Suci, Gereja, Dan Otoritas: Harmonisasi Doktrin Kecukupan Alkitab Dengan Sejarah Gereja.” Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 18, no. 1 (2019): 1–12. https://doi.org/10.36421/veritas.v18i1.318.
Sairin, Weinata, J. M. Pattiasina, and Indonesia, eds. Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan Dalam Perspektif Kristen: Himpunan Telaah Tentang Perkawinan Di Lingkungan Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia. Cet. 1. Gunung Mulia, 1994.
Saragih, Jehenos. Manajemen Kepemimpinan Gereja. Suara Gereja Kristiani Yang Esa PEduli Bangsa, 2008.
Siagian, Riris Johanna. Teologi Sahala. L-SAPIKA INDONESIA, 2022.
Sihombing, Sikpan K. P. Pemimpin Dan Kepemimpinan. Percetakan Syalom, n.d.
Sinaga dkk, Hulman. Konteks Berteologi: Pergumulan Teologis Dalam Kehidupan Bergereja Di Indonesia. BPK Gunung Mulia, 2021.
Singgih, Emmanuel Gerrit. Mengantisipasi masa depan: berteologi dalam konteks di awal Milenium III. Cet. 1. BPK Gunung Mulia, 2004.
Singgih, Emmanuel Gerrit. Menguak Isolasi, Menjalin Relasi: Teologi Kristen Dan Tantangan Dunia Postmodern. Cet. 1. BPK Gunung Mulia, 2009.
Siregar, Ersada, and Yanto Paulus Hermanto. “Sistem Pemerintahan Gereja Yang Dapat Menjaga Kepemimpinan Alkitabiah.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 4, no. 2 (2023): 117–30. https://doi.org/10.47530/edulead.v4i2.167.
Sitanggang, Pintor Marihot. SOLA GRATIA: Rekonsiliasi Sang Rekonsiliator. Penerbit Widina Bhakti Persada, 2021.
Situmorang, Jonar T.H. Eklesiologi, Gereja Yang Kelihatan Dan Tak Kelihatan: Dikuduskan Untuk Memberitakan Karya Penyelamatan Kristus. Penerbit ANDI, 2021.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. ALFABETA, 2013.
Sunarto. “Perbandingan Antara Bentuk Presbiterian Dan Kongregasional Dalam Pemerintahan Jemaat.” TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 3, no. 1 (2021): 43–62. https://doi.org/10.51828/td.v3i1.82.
Susabda, Yakub B. Mengenal Dan Bergaul Dengan Allah. Penerbit ANDI, 2010.
Tafonao, Yaasokhi. “Kajian Teologis Tentang Kepemimpinan Yang Berintegritas Serta Relevansinya Bagi Gereja Masa Kini.” VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN 6, no. 1 (2024): 41–52. https://doi.org/10.35909/visiodei.v6i1.491.
Umboh, Steven Tommy Dalekes, and Leonard Albert Kaawoan. “Konsep Ekklesiologi Menurut Perspektif Alkitab Dan Implementasinya Bagi Orang Kristen.” EPIGNOSIS: Jurnal Pendidikan Kristiani Dan Teologi 1, no. 1 (2022): 54–63. https://doi.org/10.58232/epignosis.v1i1.5.
Wahyuni, Sri, and Marciano Antariksawan Waani. “Analisis Tentang Peran Penatua Dalam Pertumbuhan Gereja.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 3, no. 1 (2020): 46–59. https://doi.org/10.47167/kharis.v3i1.38.
Warren, Rick. The Purpose Driven Church: Growth Without Compromising Your Message and Mission. Zondervan, 2007.
Wellem, F. D. Kamus Sejarah Gereja. Cet. 3., Rev. BPK Gunung Mulia, 2004.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Leonardo Pebriadi Simanjuntak, Andreas Tanada Tampubolon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sundermann Journal agree with the following requirements:
- The author retains the copyright and provides the Sundermann Journal with the right of the first publication with the paper simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License that allows others to freely share and quote this work with the recognition of authorship of the author's work and initial publications in Sundermann Journal.
- Authors are permitted to distribute versions published in this journal (for example posting to institutional repositories or publishing them in a book), recognizing initial publications in Sundermann Journal.



















